Thursday, September 22, 2022

Manfaat Kurma dalam Al-Quran dan Hadist

Must Read

Manfaat kurma dalam al-Quran dan Hadist yaitu menjaga kesehatan, menghindarkan dari racun dan sihir, meningkatkan kecerdasan anak.

Islam.aksiografi.com – Kurma dalam bahasa Latin disebut Phoenix dactylifera adalah tanaman palma berasal dari Teluk Persia. Kurma kering disebut tamr dalam bahasa Arab. Dalam al-Quran, istilah kurma disebutkan sebanyak 20 kali dengan memakai lafadz pohon kurma yaitu an-Nakhl, an-Nakhiil, atau an-Nakhlah.

Kurma memiliki berbagai varietas. DI seluruh dunia terdapat 600 jenis. Menurut Abu Dhabi Food Control Authority (ADFCA) bahwa jenis, ukuran, dan kelangkaan kurma tertentu menentukan harganya. Jenis kurma yang termahal adalah kurma Ajwa.

Kurma Ajwa adalah varietas kurma yang pertama kali ditanam Rasulullah SAW di samping mesjid Quba, Madinah sehingga disebut juga kurma Ajwah al Madinah. Sejak saat itu, kurma Ajwa disebut juga dengan Kurma Nabi. Kurma Ajwah dikenal juga sebagai kurma Hijaz yang terbaik. Kurma ini memiliki bentuk amat bagus, lezat, dan memiliki tekstur yang kukuh, lembut, dan empuk.

Salah satu hadist nabi terkait dengan varietas kurma ini seperti yang diriwayatkan oleh Saad bin Abi Waqsh dalam Shahih Bukhari dan Muslim. “Barang siapa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari, maka hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Selain itu, Ibu Majah juga pernah meriwayatkan hadis bahwa kurma ajwa berasal dari surga sehingga ia mengandung obat racun.

Dalam salah satu hadist yang diriwayatkan Anas bin Malik ra: “Pernah Rasulullah SAW diberikan bungkusan ruthab, lalu beliau pun membaca satu ayat al-Quran ‘Perumpamaan perkataan yang baik adalah seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan izin Rabb-nya.’ (QS Ibrahim, 14: 24-25). Beliau bersabda, ‘itulah pohon kurma.” (Sunan at-TIrmidzi, nomor 3119).

Kurma kering dapat menghindari seseorang atau keluarga dari kelaparan. Itu karena buah kurma kering dapat bertahan lama disimpan. Salah satu hadist yang menyebutkan itu seperti yang diriwayatkan Muslim. “Rumah yang tidak ada tamr (kurma kering) di dalamnya, akan membuat penghuninya lapar.” (HR Muslim nomor 2046). Sama seperti yang diriwayatkan Ibu Majah, “Rumah yang tidak ada tamr (kurma kering) di dalamnya, seperti rumah yang tidak ada makanan di dalamnya.” (HR Ibu Majah nomor 3328).

Nabi juga menganjurkan bagi orang yang berpuasa untuk segera berbuka dengan memakan buah kurma. “Apabila salah seorang di antara kamu ingin berbuka puasa, maka hendaklah memulainya dengan kurma, karena ia memiliki keberkahan. Jika tidak ada kurma, maka mulailah dengan air minum, karena ia mensucikan,” (HR Daud dan Tirmidzi). Senada dengan hadist yang diriwayatkan Anas bin Malik. Ia berkata “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jiga tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air.”

Diriwayatkan juga bahwa Rasulullah SAW menyarankan para istri yang sedang hamil untuk makan buah kurma agar kelak anak-anak mereka menjadi orang yang cerdas, memiliki akhlak kesopanan, dan kesabaran.  

“Berilah makan buah kurma kepada istri-istrimu yang sedang hamil, karena sekiranya wanita hamil itu makan buah kurma, niscaya anak yang lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santu, serta cerdas. Sesungguhnya makanan Maryam tatkala mengandung Nabi Isa adalah buah kurma. Sekiranya Allah menjadikan satu buah yang lebih baik daripada kurma, maka Allah akan memberikan buah itu kepada Maryam,” (HR Bukhari).

Hadist itu diperkuat dengan ayat dalam surah Maryam. “Goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,” (QS Maryam: 25).

Amr bin Maimun di dalam tafsirnya terkait dengan surah Maryam: 23, al-Baqarah: 266, al-AN’am: 99, Al-An’am:141, An-Nahl:11, an-Nahl: 67, al-Isra:91, al-Kahfi:32, at-Taha: 71, al-Mu;minun:19, Yaasiin: 34, Qamar:20, ar-Rahman: 68, al-Haaqah:7, dan ‘Abasa: 29 menyebutkan bahwa tiada sesuatu yang lebih baik dari perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah.

Selain bermanfaat bagi kesehatan, buah kurma juga dapat menyembuhkan penyakit tertentu. Hadi dari Sa’ad ra menyebutkan: “Pada suatu hari aku menderita sakit, kemudian Rasulullah SAW menjengukku. Beliau meletakkan tangannya di antara kedua dadaku, sehingga jantungku terasa sejuknya tangan beliau. Kemudian beliau bersabda: ‘Sesungguhnya engkau mengalami sakit jantung, temuilah Al-Haarits bin Kaladah dari Bani Tsaqif, karena sesungguhnya beliau adalah seorang dokter. Dan hendaknya beliau mengabil tujuh kurma Ajwah dari Madinah, kemudian ditumbuk beserta biji-bijinya, kemudian meminumkannya kepada engkau.’ (Sunan Abi Daud nomor 3875). Namun hadist ini dinilai dha’if oleh Al-Albani.

Rasulullah SAW juga memberikan contoh bersedekah dengan kurma. Dari sabahat Adiy bin Hatim, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa dari kalian yang mampu berlindung diri dari api beraka walaupun hanya dengan sebutir tamr, maka lakukanlah,” (HR Muslim nomor 1016, HR Bukhari Nomor 6023, dan HR At-Tirmizdi nomor 2415).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

2 Metode Pengamatan Hilal dalam Penentuan Bulan Ramadhan

2 Metode pengamatan hilal dalam penentuan bulan Ramadhan yaitu rukyatul hilal (pengamatan ketampakan hilal) dengan menggunakan mata telanjang atau teleskop dan metode hisab hakiki maujudul hilal.

More Articles Like This